Aturan Makanan yang Bisa Digenggam

Perhatikan teksturnya. Kalau pada tahap awal bertekstur lembut, maka di usia 9 bulan dapat diperkenalkan ­ nger food dengan tekstur agak kasar, misal makanan dari bahan daging ayam atau sapi cincang. Perhatikan ukuran ­ nger food. Tidak terlalu besar atau terlalu kecil. Finger food yang terlalu besar akan susah digenggam bayi. Bila terlalu kecil dapat meningkatkan risiko tersedak. Agar tidak membahayakan pula, beberapa sayuran tertentu, seperti wortel, buncis, labu, asparagus, brokoli, kembang kol, lobak, hendaknya direbus terlebih dahulu agar lebih lunak. Pemberian ­ nger food di usia 6-8 bulan dilakukan sekali sehari, kemudian di usia 9 bulan sampai dengan 1 tahun dapat ditingkatkan menjadi 2 kali sehari. Perihal waktu pemberiannya dapat dilakukan di antara 2 waktu makan.

Mengapa Sembelit?

Penyebab sembelit pada bayi bisa disebabkan ketidakseimbangan dalam mengonsumsi MPASI. Umumnya karena kurangnya komposisi serat, air, dan buah-buahan. Perubahan pola makan cenderung dapat menyebabkan terjadinya sembelit. Sembelit juga bisa karena adanya kelainan pada sistem metabolisme tubuh. Misal, kelainan pada persarafan sebagian segmen usus (hirschsprung). Kelainan sistem endokrin (contoh, hipotiroid) salah satu gejalanya juga ditunjukkan dengan sembelit.

Kasih Sayang Bikin IQ Tinggi

Mukzizat kasih sayang kembali terbukti. Beberapa penelitian menguak bayi yang diasuh dengan sensitif mempunyai nilai perkembangan mental dan tes IQ lebih tinggi. Yang dimaksud pengasuhan yang sensitif adalah pengasuhan dengan memberikan respons tepat ketika bayi menunjukkan isyarat tertentu. Kalau bayi mengompol, diganti popoknya; kalau lapar, disusui; dan seterusnya. Bayi yang isyaratnya selalu ditanggapi seperti itu juga terbukti mampu lebih bisa mengembangkan keterampilan sosialnya kelak.

Agar Si Kecil Pandai Bicara

Untuk mengembangkan keterampilan berbicara bayi, Mama hendaknya sering mengajak bayi berbicara. Berikut tahapan yang dapat dilakukan: * Lakukan kontak mata dengan bayi. * Panggil namanya berulang-ulang. Ini akan membangun konsentrasi pada bayi. * Mengobrolah dengan kalimat sederhana (terdiri atas 2 atau 3 kata) dengan pengucapan huruf vokal yang diperjelas dan dikeraskan. “Adek mau mandi!” Diamlah sebentar untuk menunggu responsnya. Ketika ia tersenyum atau mengeluarkan suara, lanjutkan, ”Iya.. mandi!” * Hidupkan suasana dengan mengekspresikan kalimat dengan tindakan. “Dadah Kakak…,” sambil melambaikan tangan kepada kakaknya yang akan berangkat les.

Oh ya Mam, simak situs seputar parenting dan pendidikan anak agar mendapatkan pengetahuan lebih dalam merawat dan mendidik sang buah hati ya.